Uang adalah segala sesuatu yang
dapat dipakai dan diterima umum untuk melakukan berbagai macam transaksi ekonomi/pembayaran
seperti pembelian barang dan jasa, pelunasan
hutang, investasi, dan sebagainya.
Pembahasan
umum yang terkait dengan teori uang dalam ilmu ekonomi moneter biasanya
mengenai dengan teori permintaan uang dan teori penawaran uang. Teori
permintaan uang sudah kita pelajari dalam modul 3, sehingga pokok pembahasan
kita kali ini mengenai teori penawaran uang.
Secara definisi, penawaran
uang merupakan jumlah uang yang tersedia dalam suatu perekonomian atau jumlah
uang yang beredar (JUB) di masyarakat. Konsep penawaran uang terkait dengan
kebijakan moneter yaitu
kebijakan yang bertujuan untuk mengatur jumlah uang yang beredar. Dengan demikian penawaran uang
dikendalikan sepenuhnya oleh bank sentral. Perubahan jumlah uang yang beredar secara garis besar
dipengaruhi oleh uang inti dan pelipat uang (multiplier). Besarnya uang inti sangat tergantung pada kebijakan-kebijakan yang ditentukan oleh bank sentral. Pelipat uang,
selain dipengaruhi oleh perilaku bank sentral juga ditentukan oleh perilaku
agen-agen ekonomi lainnya seperti bank umum dan masyarakat domestik.
Konsep uang
sangat terkait pada konsep likuiditas. Suatu aset dikatakan likuid jika aset
tersebut dengan mudah diuangkan tanpa kehilangan risiko rugi. Pada satu sisi
ekstrim dari spektrum likuiditas, uang tunai adalah aset yang paling likuid
dengan daya beli penuh. Pada tingkat spektrum likuiditas moderat terdapat uang
kuasi yang secara definitif tidak secara langsung berfungsi sebagai medium of exchange. Pada sisi ekstrim
lainnya terdapat aset-aset fisik yang sangat tidak
likuid sebagai alat pertukaran seperti rumah, tanah, obligasi jangka panjang
dan sebagainya.
(Universitas Terbuka)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar